Hello,This is me!

Yudia R. Rasyid

Professional Translator Content Writer English Instructor

Rabu, 06 April 2011

Pilihan Hidup

  • 21.24
  • by
Sering kita merasa iri melihat teman atau sahabat ataupun orang lain mendapatkan sautu prestasi atau memiliki kemampuan khusus?? Mungkin itu yang saya rasakan saat ini. Tapi tidak sepenuhnya iri melihat apa yang mereka dapatkan. Ini lebih kepada intropeksi diri tentang what have I done kemana saja waktu kita habiskan di dunia ini.
As far as I know, sebahagian besar manusia bertindak karena dihasrati oleh orang lain. Maksudnya tindakan kita dipengaruhi oleh melihat bagaimana orang lain. Sering ketika kita melihat seorang pemuda berhasil menjadi pengusaha yang sukses, maka seketika itu kita ingin menjadi seperti orang tersebut.  Contoh lain ketika melihat penulis novel, pemain bola, pembalap, founder suatu softwere, atau siapa saja yang sukses dibidangnya, keinginan untuk menjadi mereka pun timbul.
Ya..sukses dibidangnya. Masalahnya, saya tidak tahu bidang apa yang saya kuasai. Kalau boleh dikata, tujuan hidup saya adalah untuk menjadi orang yang tidak biasa atau uncommon. Saya menentang keras hidup monoton seperti dari kuliah, tamat, jadi PNS, menikah, terus menerima pensiun di usia tua. Saya percaya hidup itu lebih indah dan menantang dari sekedar rute umum yang dilalui mayoritas masyarakat Indonesia ini. Kadang, saya sering berpikir sendiri apa saja yang telah saya perbuat selama hidup ini, apakah selama ini saya melakukan hal yang tepat?? Apa hidup saya nantinya akan lebih baik?? Semakin saya memikirkan hal ini, semakin buat saya bingung dan pesimis.
Saya merasa salah bertindak. Ketika saya berpikir kembali ke masa sekolah, kenapa dulu saya tidak berusaha mencari prestasi ya??? Dan seterusnya. Sekarang saya sudah tahun akhir di universitas dan guess what? I still don’t know what I’m going to do next. Memikirkan ini sering menyita waktu saya.

Tapi, setidaknya saya telah mencoba lho...

Tahun awal kuliah, saya ikut organisasi EO di kampus, beberapa acara berhasil kami angkat. Tapi organisasi ini tidak hanya menguras uang tetapi juga IP saya. Menyadari lebih banyak mudarat daripada manfaatnya, saya keluar. Kemudian di tahun dua ikut unit kegiatan mahasiswa sinematografi (film maker) dikampus hingga sekarang, sudah bisa manage waktu tanpa menguras IP lagi. Saya mendapat banyak pelajaran baru tentang dunia perfilman disini. Tapi ya itu dia, hanya sekedar pelajaran baru, progres organisasi ini dalam karya film sangat kurang. Lalu, saya ikut HIMA jurusan di divisi kominfo. Disini, saya tertarik untuk menulis, sedikit banyaknya di bidang jurnalistik. Sebagai ketuanya, saya berhasil tuk menerbitkan mading jurusan beberapa kali, tapi program tuk bikin majalah masih tertunda hingga sekarang L. Mendengar adanya pelatihan kewirausahaan di kampus, saya tertarik untuk mengikutinya. Ternyata yah, saya mulai mendapatkan passion disini, tuk berwirausaha. Ada-ada saja ide usaha yang muncul dalam benak saya, tapi eksekusinya baru menjadi supplier es krim. Lumayan hasilnya buat jajan. Akhir-akhir ini, saya keranjingan lagi buat menulis, mengisi Blog walaupun belum rutin. Itupun karena melihat teman yang suka menulis di blog..
Akhirnya....saya bingung sendiri. Kemana arah saya??
Saya bingung, untuk menentukan arah tujuan hidup saya kelak. Karena ini akan mempengaruhi hidup saya.  Melihat tayangan motivasi dan sharing dengan teman, saya diharuskan untuk fokus sama satu bidang. Kembali lagi pada masalahnya, saya tidak tahu bidang mana yang musti saya ikuti karena masih menemukan passion di ketiga bidang tersebut dan ketigaanya memiliki potensi yang besar untuk masa depan.
Dengan semua ini, saya tidak memiliki kemampuan yang khusus atau spesial atau ahli dibidangnya yang bisa dijadikan suatu prestasi.

Note: Sinema, wirausaha, dan menulis masih saya tekuni hingga sekarang walaupun saya sedikit mengurangi intensitas dengan sinema karena ingin fokus sama skripsi.

At last,  I don’t know what I really want  anymore. 


source image:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

15 comments:

  1. yupz...yupzzz...udah smbuh mbak fanny??

    BalasHapus
  2. semangat terus mas,, pilihlah apa yg sudah kamu pilih. fokus dan kerjakan mudah2an kebaikan akan datang pada waktunya, dan kita jg tahu tuhan menilai kita bukan pada hasilnya tapi lbj pada prosesnya hehehe

    BalasHapus
  3. tetap semangat!!!...ayo nge-blog lagi... heheheee

    salam

    BalasHapus
  4. hidup memang pilihan, tp jgn sampe buat pilihan2 itu membuat kita bingung. Coba bikin skala prioritas terhadap pilihan and then just let it flow.. :)

    BalasHapus
  5. tetaplah pada pilihan dan pendirian..

    BalasHapus
  6. Hidup memang penuh pilihan, dan tak ada pekerjaan yg sempurna yang terpenting sempurnakan dalam mengerjakannya.

    Ok ... tetap semangat nge blog ya, banyak manfaat yg kita dapati.

    btw .... sanang juga basobok urang awak di blog.
    dan makasih ya kunjungannya.

    BalasHapus
  7. yayack# yang udah dipilih tu ya tiga itu...haruskan ketiganya di fokuskan??

    Nufri L Sang Nila # yoyoi.. hidup menulis..hehe

    zasachi ## hmm..dgn skala prioritas, ketiganya bisa dijalani ya??

    ghost writer dan penghuni 60## oke..oke..

    mbak Hariyanti Sukma ## Wahh,,,mbak orang minang juga rupanya...haha.. maksih juaga udah berkunjung ke blog..

    BalasHapus
  8. aku suka ini
    salam persahabatan

    BalasHapus
  9. belum telat utk berprestasi kok.

    BalasHapus
  10. just ask ur heart & do ur best,,!
    lulus ujian proposal tanpa revisi aja udah "prestasi"yud,,!
    mungkin masih ada "kesuksesan" lain yg akan menyusul :D

    BalasHapus
  11. betul, tanpa disadari kita dipengaruhi keberhasilan orang lain. makanya kenapa banyak orang jadi motivator. ya utk mendukung orang lain atau memberi semangat agar orang lain pun bisa sukses.

    BalasHapus

JOHN DOE
+123-456-789
Melbourne, Australia

SEND ME A MESSAGE